5 Teknik Terbaik Ketika Fotografi Komersial

5 Teknik Terbaik Ketika Fotografi Komersial

Christoph Bachner – Fotografi di masa kini telah menjadi bagian dalam kehidupan beberapa besar masyarakat di seluruh dunia. Pada intinya, fotografi dioptimalkan untuk mengabadikan peristiwa dan pada akhirnya memiliki banyak tujuan. Searah dengan berkembangnya teknologi, fotografi kian terbagi ke dalam tema, segmen, atau tujuan tertentu. Umpamanya saja fotografi bertema panorama, ekspresi, suasana, makanan, atau untuk mengabadikan momen ataupun untuk iklan/promosi. Commercial Photography atau macam fotografi yang diperuntukkan bagi pemasaran merupakan salah satu tipe yang paling dicari di industri manapun. Dengan adanya ragam ini, para pelaku industri yang memasarkan produk bagus barang ataupun jasa dapat menarik konsumen yang lebih banyak.

Komersial Fotografi

Pantas dengan arti dari istilahnya, fotografi komersial yaitu aktivitas mengambil gambar untuk yang akibatnya kemudian diterapkan untuk kepentingan pemasaran, iklan, atau promosi produk. Karena kepentingan demikian, karenanya fotografi komersial mengharuskan sang fotografer untuk merajai teknik-teknik tertentu yang dapat membikin produk menonjol lebih menjual. Tidak ada regulasi atau panduan tertulis yang mengharuskan para fotografer untuk mengaplikasikan teknik-teknik yang spesifik. Pasalnya, fotografer termasuk dalam dunia seni yang berarti tidak ada barometer benar ataupun salah. Walaupun begitu, kalau Anda berkeinginan memulai perjalanan Anda dalam bidang fotografi terutama untuk segmen komersial, ada pantasnya Anda pelajari beberapa teknik berikut ini.

Pencahayaan

Pencahayaan adalah faktor yang benar-benar penting dalam fotografi. Faktor ini amat memberi pengaruh suasana yang berharap dijelaskan dalam potret yang dibuat. Pengambilan foto komersial lazimnya dijalankan di dalam studio, sebisa mungkin naturalkan pencahayaan sanggar saat mengambil gambar. Hal ini perlu dipandang agar mempermudah pelaksanaan penyuntingan foto sebab mengendalikan pencahayaan pada pelaksanaan ini lebih rumit dibanding mengontrolnya lebih dahulu dikala pengambilan foto.

Baik di sanggar maupun di luar, pencahayaan patut senantiasa dikuasai. Bagi yang belum tahu, elemen ini bisa dibatasi melalui kamera yang Anda gunakan, yaitu melewati fitur Shutter Speed dan tingkat ISO yang dipakai. Kemudian, lensa yang Anda pakai juga memberi pengaruh kepada terang-gelap foto yang diambil. Sementara itu, Anda bisa menambahkan pencahayaan eksternal (di luar kamera) seperti penambahan lampu, reflektor (pemantul sinar), dan sebagainya. Sesudah mempelajari apa-apa saja yang menjadi elemen jelas-gelap foto, Anda juga perlu mengenal bahwa ada sebagian sifat sinar yang dapat digunakan untuk foto. Sifat-sifat ini lazimnya dapat dipilih lewat pengendalian di kamera Anda. Sifat-sifat yang dimaksud ialah seperti Color Temperature, Specular, Diffuse, dan lainnya. Ilmu-ilmu fotografi seputar pencahayaan amat banyak yang dapat Anda peroleh di dunia online. Perbanyak rujukan Anda dan cobalah mempraktekkan teknik ini agar Anda kian piawai untuk memandang perbedaannya.

Komposisi

Mempelajari teknik komposisi yang bagus akan menolong Anda terhindar dari hasil foto yang melarikan diri dan tak ideal. Hasil foto seperti itu sedikit banyak sanggup merenggut makna dan nilai estetika sehingga tak tersampaikan dengan baik pada konsumen. Dalam hal komposisi, Anda harus paham istilah Point Of Interest (POI). Istilah ini diartikan sebagai target obyek/subjek yang hakekatnya ingin Anda perlihatkan atau tonjolkan. Ada banyak ragam komposisi yang dapat Anda pelajari untuk menampilkan Point Of Interest, beberapa di antaranya seperti berikut ini.

Rule of Third

Teknik komposisi ini menggunakan bantuan grid, ialah pembagian layar menjadi 9 kotak sama besar (oleh 2 garis horizontal dan 2 garis vertikal). POI dalam komposisi ini terdapat pada 4 titik (4 grid/kotak) berdempetan, tepatnya pada garis tengah keempat grid tersebut.

Pigura in Frame

Teknik komposisi satu ini umumnya terjadi dari suatu struktur geometris atau wujud repetitif yang seakan berlapis hingga membentuk bingkai. POI dari komposisi ini tentu terletak di tengah-tengah ‘pigura’ hal yang demikian seolah mengajak siapa saja yang mengamatinya untuk fokus padanya. Lazimnya komposisi ini banyak diterapkan pada pengambilan gambar di lorong, terowongan, ruangan berpilar, cermin, dan lain-lain.

Simetris

Komposisi ini banyak diterapkan oleh pemula dalam dunia fotografi sebab tekniknya yang paling sederhana, tapi tetap menawan untuk dipandang. Komposisi ini memperlihatkan POI yang berada ideal di tengah dan dikelilingi oleh sisi kanan dan kiri yang sama persis dalam hal tampilan dan ukuran. Fitur grid pada kamera akan betul-betul menolong fotografer untuk menghasilkan foto simetris yang total.

Reflection

Teknik komposisi satu ini cukup ‘ajaib’ karena mampu membuat ruang pada foto yang diambil terlihat jauh lebih luas dan indah. Sama seperti sifatnya, komposisi ini lazim dibantu dengan pemakaian cermin atau elemen apapun seperti air yang terlihat memantulkan bayang-bayang jelas dari POI yang dituju.

Motion Blur

Suatu foto tidak selalu mesti memiliki ketajaman tinggi di segala sisi. Komposisi motion blur merupakan salah satu teladan teknik fotografi di mana Point of Interest terpusat dan menonjol tajam sementara di sekitarnya seolah sibuk mengalami pergerakan.

Masih banyak lagi jenis komposisi yang dapat Anda pelajari dalam fotografi. Ragam-ragam seperti Rule of Space, Golden Triangles, Golden Ratio, Golden Shape, Color Combination, Fill the Frame, Framing, Leading Lines, dan masih banyak lagi, semuanya dapat membantu Anda menerima hasil foto yang mengagumkan. Belajar via video blog akan lebih mempermudah Anda untuk mengerti.

Permainan Warna

Permainan warna dalam fotografi komersial akan sungguh-sungguh membantu dan juga tentunya sangat penting. Anda perlu mempertimbangkan warna dari latar dan properti yang ‘mengantar’ produk sehingga menonjol estetik. Hindari pengaplikasian warna yang berlebihan, terlalu ramai, kontras, atau kombinasi warna apa saja yang membikin produk tersebut bahkan membuatnya kelihatan karam tidak nampak di antara segala warna itu.

Lensa

Bagi seorang fotografer, kamera ialah raja meski lensa bak ratunya. Variasi-macam lensa untuk fotografi lazimnya memiliki fungsi yang berbeda-beda seperti berikut.

Lensa kit = lensa bawaan ketika Anda pertama kali membeli kamera, kualitasnya bagus dan berfungsi secara umum untuk mengambil foto-foto yang tidak spesifik.

Lensa fixed = lensa ini membuat foto Anda tampak amat tajam dan fokus pada objek yang diambil

Lensa Wide Angle = macam lensa ini kapabel membuat ruang foto nampak luas. Biasanya, lensa Wide Angle diterapkan untuk mengambil foto pemandangan (landscape) atau foto-foto dalam ruangan yang kecil tetapi berharap nampak leluasa.

Lensa Tele = lensa dengan body panjang ini cukup berat. Fungsinya untuk mengambil foto dari jarak jauh seperti foto-foto variasi portrait, binatang di alam liar, olahraga, dan sebagainya.

Lensa Makro = tipe lensa ini dipakai saat Anda mau mengambil foto untuk obyek-obyek berukuran kecil tetapi tetap menjadikan foto yang detil dan besar. Model obyek yang sering diincar memakai lensa ini yaitu seperti serangga, bunga, dan lain-lain.

Masih banyak lagi macam lensa yang bisa Anda pelajari fungsinya dan pakai dalam fotografi komersial. Sesuaikan macam barang atau jasa dan konsep foto yang diinginkan dengan kapasitas dan fungsi lensa yang akan dipakai.

Talent

Pengaplikasian jasa talent atau model yang menarik termasuk salah satu teknik dalam fotografi komersial. Teknik ini bisa digunakan untuk menambah tenaga tarik dari produk yang ditawarkan. Tenaga tarik sang figur akan menaikkan nilai dan estetika dari produk sehingga memungkinan konsumen untuk lebih meliriknya.

Demikianlah kelima teknik yang bisa Anda coba praktekkan dalam fotografi komersial. Hampir semua poinnya dapat Anda peroleh di mana saja di dunia maya. Jangan patah motivasi dalam cara kerjanya, percayalah hasilnya tidak akan sia-sia kalau Anda sabar dan termotivasi dalam mempelajarinya. Selamat belajar!