Sakit Komorbid dan Resikonya Bagi Penderita Covid-19

Sakit Komorbid dan Resikonya Bagi Penderita Covid-19

Christoph Bachner – Komorbid tak jarang dikaitkan dengan resiko tinggi pada pasien covid-19 karena bisa memicu kematian. Menurut data yang ada, disebutkan bahwa 95% kasus kematian covid-19 di Jawa Timur disebabkan penyakit penyerta atau komorbid ini. Lalu, apa pengertian penyakit komorbid?

Dengan adanya resiko yang lebih parah dan bahkan fatal hal yang demikian, karenanya sudah seharusnya masyarakat semakin waspada dan meningkatkan imunitas serta konsisten mematuhi protokol kesehatan. Untuk lebih memahami seputar komorbid, silakan simak berita lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Penyakit Komorbid bagi Penderita Covid-19?

Pasien dengan komorbid memang mempunyai resiko yang lebih tinggi sekiranya terpapar oleh virus Covid-19. Komorbid sendiri kerap kali diartikan sebagai kondisi pasien yang menderita satu penyakit bersamaan dengan penyakit lainnya yang sifatnya kronis atau menahun.

Untuk kombinasi penyakitnya bisa sungguh-sungguh beraneka, baik penyakit jasmani ataupun mental atau bahkan kombinasi keduanya. Seperti misalnya penderita hipertensi sekaligus penderita diabetes atau penderita penyakit jantung dan asma serta kombinasi penyakit lainnya.

Variasi-Ragam Penyakit Komorbid

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, ragam penyakit komorbid bisa betul-betul berbagai. Namun berdasarkan data dari sejumlah rumah sakit, penyakit bawaan atau komorbid Covid-19 yang perlu diwaspadai merupakan seperti berikut:

Hipertensi

Hipertensi adalah penyakit tekanan darah tinggi yang dapat memicu terjadinya beraneka ragam komplikasi. Sebagian penyebabnya antara lain adalah berat badan, elemen umur, konsumsi garam berlebih, dan kurang olahraga.

Jika kondisi hipertensi tidak terkontrol dengan bagus akan bisa menyebabkan resiko kerusakan organ vital, seperti ginjal dan jantung. Kondisi ini juga yang menyebabkan penderita hipertensi lebih beresiko mengalami situasi parah ketika terinfeksi virus Covid-19.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data yang ada diketahui bahwa penyakit hipertensi menjadi komorbid tertinggi pada pasien Covid-19, yakni sekitar 50,1%.

Diabetes Melitus

Sama seperti hipertensi, pasien dengan penyakit diabetes melitus juga memiliki resiko tinggi mengalami keluhan yang parah dikala terinfeksi virus Covid-19. Beberapa diabetes yang tidak terkontrol akan melemahkan kekebalan tubuh dan memicu kerusakan organ vital.

Kadar gula darah yang tinggi dan tak terkontrol bisa memunculkan gangguan pada pelbagai organ tubuh. Adapun elemen resiko diabetes antara lain adalah kelebihan berat badan, kurang aktif, umur, hipertensi, kolesterol tinggi, hingga riwayat keluarga yang menderita diabetes.

Seperti komorbid lainnya, infeksi Covid-19 pada penderita diabetes juga dapat memicu terjadinya komplikasi yang membahayakan seperti ketoasidosis hingga sepsis atau infeksi yang meluas.

Penyakit Jantung

Komorbid lainnya yang semestinya diwaspadai merupakan penyakit jantung. Penderita penyakit jantung bisa mengalami gejala yang lebih berat dan fatal dikala terinfeksi Covid-19. Beberapa penyakit jantung hal yang demikian antara lain yaitu gagal jantung, jantung koroner sampai kardiomiopati.

Adapun gejala penyakit jantung biasanya ditandai dengan nyeri dada, pembengkakan tungkai, lemas, sesak nafas, dan pingsan. Dengan resiko yang tinggi saat terinfeksi Covid-19, maka benar-benar dianjurkan untuk segera memeriksakan diri sebelum gejalanya semakin parah.

Penyakit Gangguan Bahkan

Seperti yang sudah dikenal, Covid-19 menyerang cara pernapasan sehingga penderita gangguan pernapasan memiliki resiko yang tinggi mengalami gejala parah dan fatal. Gangguan pernapasan hal yang demikian antara lain merupakan asma, penyakit paru obstruktif kronis dan lainnya.

Mengingat resikonya yang mengkhawatirkan, karenanya penyakit gangguan pernapasan harus ditangani dengan baik. Sebagian, gangguan pernapasan sekecil apa saja sepatutnya seketika ditangani untuk mencegah resiko yang lebih parah.

Penyakit Ginjal Kronis

Penyakit komorbid lainnya tidak boleh disepelekan adalah ginjal kronis. Penyakit ini ditandai dengan menurunkan fungsi ginjal secara berjenjang sampai terjadi kerusakan jaringan pada organ ginjal.

Sebagian gejala yang dialami oleh penderita ginjal kronis antara lain merupakan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, serta bengkak pada zona kaki dan pergelangan kaki. Sebagian, buang air yang sedikit sampai adanya air seni di dalam darah.

Dari data yang ada, ditemukan fakta bahwa penderita penyakit ginjal kronis beresiko mengalami kematian hingga 13,7 kali lebih besar saat terinfeksi Covid-19. Ini dibandingkan dengan yang tak memiliki komorbid hal yang demikian. Resiko ini bahkan lebih tinggi dari penyakit komorbid lainnya.

Penyakit Sebagian Endokrin

Sebagian penyakit sistem endokrin seperti hipotiroid dan hipertiroid, kelainan wujud kelenjar tiroid sampai kanker tiroid juga memiliki resiko tinggi mengalami gejala parah saat terinfeksi Covid-19.

Tipe penyakit komorbid ini biasanya ditandai dengan sebagian gejala. Syaraf, mudah lelah, amat haus, gula darah tinggi, munculnya lemak di antara bahu, kerap kali membuang air kecil, perubahan mood sampai tekanan darah tinggi.

Penyakit Gangguan Bermacam-macam

Penderita penyakit gangguan saraf seperti demensia hingga alzheimer juga memiliki resiko mengalami gejala parah ketika terpapar infeksi virus Covid-19. Oleh sebab itu, dibutuhkan penanganan yang ideal.

Penyakit Liver

Sedangkan tipe penyakit liver seperti fatty liver, liver kronis, sirosis, sampai liver berhubungan alkohol juga mempunyai tingkat resiko tinggi mengalami gejala yang parah sampai fatal dikala terinfeksi virus Covid-19. Kondisi ini dibandingi dengan pasien tanpa komorbid.

Penyakit liver sendiri ialah gangguan pada organ hati atau liver yang menyebabkan organ tersebut tak cakap berfungsi dengan baik. Penurunan fungsi hati ini terjadi secara bertahap dan umumnya dimulai dengan adanya peradangan pada sel-sel hati sehingga bengkak.

Penyakit Komorbid dan Bahayanya bagi Pasien Covid 19

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, beberapa penyakit bawaan seperti hipertensi, diabetes, jantung, cara endokrin, gangguan pernafasan, gangguan saraf, ginjal kronis hingga liver memiliki resiko yang tinggi ketika terinfeksi Covid-19 sehingga bisa mengalami gejala parah pun kematian.

Dari sejumlah penelitian diketahui bahwa tingkat resiko kematian paling tinggi dapat dialami oleh penderita komorbid ginjal kronis hingga 13,7 kali lebih besar dari penyakit komorbid lainnya. Sementara penyakit jantung 9 kali lebih besar dibandingi dengan yang tak ada penyakit jantung.

Unsur pada penderita diabetes melitus, resiko kematiannya 8,3 kali lebih besar dibandingkan yang tak mempunyai penyakit diabetes. Unsur banyak riwayat penyakit komorbid yang dimiliki maka dapat meningkatkan resiko kematian 6,5 kali lebih tinggi dikala terinfeksi Covid-19.

Untuk pasien dengan dua penyakit bawaan atau komorbid akan beresiko 15 kali lebih tinggi mengalami kematian diperbandingkan dengan yang tak memiliki komorbid. Bagi yang memiliki komorbid lebih dari dua maka resiko kematiannya bisa menempuh 29 kali lebih tinggi.

Turunan-Turunan Resiko Penyakit

Pasien dengan penyakit turunan atau komorbid mempunyai faktor resiko yang paling parah dan fatal jikalau terinfeksi virus Covid-19. Situasi ini disebabkan sebab sistem imunitas penderita komorbid yang kian menurun.

Penderita komorbid benar-benar rentan terinfeksi virus Covid-19 karena cara imunitas yang dimiliki cenderung lemah dan sulit melawan infeksi baru seperti halnya virus corona. Itulah mengapa pasien dengan riwayat penyakit komorbid lebih beresiko mengalami gejala parah pun kematian.

Komorbid pada pasien Covid-19 bisa memunculkan resiko gejala yang parah sampai fatal sehingga perlu diantisipasi semenjak dini. Salah satunya bisa melalui diagnosis dini penyakit komorbid sebagai upaya untuk mengetahui ada tidaknya riwayat penyakit turunan yang dimiliki.